02/14/2008
Soal Laba BUMN, Pertamina Pertama PLN Paling Rugi
Kamis, 14 Februari 2008, 00:29:24
Jakarta, myRMnews. Laba bersih BUMN tahun 2008 ditargetkan tumbuh 13-15 persen dibandingkan dengan pencapaian laba bersih 2007 yang diperkirakan mencapai Rp 70-75 triliun. Untuk urusan peringkat, laba tertinggi masih akan disumbang PT Pertamina dan rugi terbesar oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Meskipun gejolak ekonomi tidak terlalu tinggi di tahun ini target pertumbuhan diperkirakan seperti itu sesuai RKAP, sementara untuk rugi kami targetkan rugi BUMN di 2008 sebesar Rp 500 miliar ke bawah,” ujar Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu di sela-sela acara BUMN Executive Club di Kantor Pusat PT PLN, Jakarta, kemarin.
Didu mengatakan, rugi BUMN di tahun 2007 adalah sebesar Rp 2,9 triliun, dimana PLN berkontribusi terhadap rugi BUMN paling besar, yaitu sebesar Rp 1,5 triliun.
“Sementara untuk laba bersih BUMN, Pertamina menduduki ranking I dengan laba bersih sekitar Rp 20 triliun di 2007,” tandasnya.
Di tahun 2007, Didu mengatakan, aset BUMN pertambangan mengalami pertumbuhan yang pesat. “Antam menduduki peringkat teratas pertumbuhan aset dimana dalam dua tahun dari 2005 hingga 2007 total aset mereka naik 5 kali lipat,” ujarnya.
Di 2008, ditargetkan hanya 22 BUMN saja yang mengalami kerugian dan di 2009 akan berkurang menjadi hanya 11 BUMN. “Peningkatan deviden BUMN 2008 menjadi Rp 31 triliun merupakan pekerjaan yang besar, saya sedang mengotak-atik BUMN mana saja yang bisa diambil untuk tambahan ini,” katanya.
Terkait rencana restrukturisasi, PT PLN diminta berpikir ulang. Dikatakan Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu, Arief Puyono pemerintah diminta mengkaji ulang rencana restrukturisasi PT PLN karena restrukturisasi akan berdampak pada para pekerja PLN sendiri.
“Tidak jarang, rekstruturisasi korporasi menelan korban terjadinya PHK besar besaran, padahal saat ini pemerintah pemerintah berusaha untuk mengurangi tingkat pengangguran,” kata Arief di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, gerakan penolakan rekstrukturisasi PLN oleh pekerja merupakan murni gerakan buruh dalam memperjuangkan kepentingan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan kesejahteraan.
Karena itu, pemerintah selaku pemegang saham PLN harus dapat mencari jalan tengah yang bisa dipahami rakyat tetapi yang juga bisa meyakinkan investor untuk dapat mendukung proyek-proyek listrik yang sedang dijalankan PLN.
Menurutnya, saat ini manajemen PLN tengah bekerja keras untuk mensukseskan program pengadaan listrik 10.000 megawatt yang ditargetkan terpenuhi pada 2020.
“Saat ini, program pengadaan listrik 10.000 megawatt menemui cukup banyak kendala terutama terkait masalah pendanaan. Untuk itu diperlukan konsentrasi dan kerja-keras jajaran manajemen PLN dalam mensukseskan program pengadaannya,” katanya.
Dalam kondisi seperti ini , lanjutnya, ada baiknya program restrukturisasi dan reorganisasi PLN dilaksanakan setelah suksesnya proyek pengadaan listrik 10.000 megawatt. Sebab jika dilaksanakan bersamaan dengan program restrukturisasi dan reorganisasi PLN, maka dikhawatirkan kedua program tersebut tidak bisa berjalan dengan optimal.
Disisi lain, adanya agenda Pemilu 2009 juga harus diperhatikan. Program sebesar restrukturisasi dan reorganisasi dipastikan memerlukan waktu yang tak sebentar. Program restrukturisasi dan reorganisasi PLN diharapkan tak berantakan karena berubahnya kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham setelah Pemilu.
“Untuk menghindari resiko terjadinya perubahan kebijakan pemegang saham yang begitu drastis setelah dilaksanakannya Pemilihan Umum, maka program restrukturisasi dan reorganisasi BUMN seperti PLN seharusnya dilakukan pada tahun pertama setelah dilaksanakannya Pemilu,” tambahnya.
Arief menyatakan, FSP BUMN Bersatu menyambut baik langkah manajemen PLN mengupayakan pembangunan sektor kelistrikan agar ada di track yang benar dan tepat.
“Penetapan tarif rendah yang seragam untuk semua konsumen di seluruh pelosok nusantara telah melambangkan komitmen kesetaraan sosial bagi seluruh rakyat oleh karena itu hasil RUPS PLN mengenai Rekstrukturisasi PLN harus dibatalkan dahulu,” katanya. rm
11:30 Posted in Info BUMN | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: PERTAMINA

